Salah seorang tetua kota datang kemudian memohon padanya suatu uraian masalah Kebaikan serta Kejahatan. Dan memperoleh jawaban: Tentang kebaikan manusia aku bisa bicara namun tidak mengenai kejahatannya. Sebab apalah kejahatan itu selain kebaikan jua yang tersiksa oleh lapar dan hausnya sendiri? Sebenarnyalah jikalau kebaikan itu menanggung kelaparan dia mencari makanan walau sampai ke lorong gelap pun, dan pabila dahaga dia akan minum walau yang direguknya air beracun. Engkau benar, pabila engkau satu dengan dirimu namun engkau bukannya jahat pabila engkau sedang tak mantap dalam dirimu. Sebab rumah yang sedang terpecah belah bukanlah sarang kaum penjahat, melainkan hanya rumah yang terpecah belah. Sebuah perahu tanpa kemudi, mungkin mengambang tanpa tujuan antara pulau-pulau yang penuh bahwa tanpa mesti tenggelam ke dasar lautan. Engkau benar pabila engkau berusaha memberikan dirimu, namun engkau bukannya jahat pabila engkau masih mencari untung bagi dirimu sebab pencari untung diiba...
Every few hundred years, a blazing beacon hurls itself onto this plane called reality. On January 6, 1883, such a great light took form, blessing us with Kahlil Gibran. Through this channel were to come many famous works. This Lebanese-born poet, philosopher and artist knew from early childhood that life was more than it seemed.